Kenapa Lingkungan Kita Tidak Mendukung Jadi Pebisnis

Siapa bilang bisnis itu mudah? bisa dilakukan separuh waktu atau bahkan ditinggal dan duit akan mengalir dengan sendirinya. Pandangan ini tentu bukan dari pebisnis handal yang mengetahui proses dan hasil akhir sebuah bisnis.

Sebagian besar masyarakat di sekitar kita memandang orang dari apa yang ia raih, atau kesuksesannya. Bukan dari proses yang dijalaninya. 

Apakah anda sadar bagaimana tempaan tempaan seorang pengusaha begitu kerasnya hingga banyak sekali yang terjatuh dan gulung tikar pada akhirnya. Bisnis itu tidak segampang yang kita lihat, coba lakukan dan rasakan bagaimana angin puting beliung selalu bisa saja datang kapan saja di bisnis anda. Bisa datang dari segala arah dan penjuru, dari dalam dari luar, dari market, dari pelanggan, dari fasilitas dan faktor lainnya.

Kenapa Lingkungan Kita Tidak Mendukung Jadi Pebisnis

Untuk itu jangan pernah remehkan berbisnis jika tidak tahu apa yang sedang dijalaninya. Nah hari ini saya ingin mebahas, kenapa sih banyak sekali orang yang memiliki motivasi bisnis tapi tidak pernah memulainya sedikit pun.

Baiklah kita analogikan dengan fase kehidupan manusia normal indonesia pada umumnya saat ini dari segi bisnis :

Masa Anak Anak

Fase ini dimana kita sewaktu kecil dicekokin (dibrainstroming) untuk melakukan kegiatan kegiatan konsumtifitas. Bukan produktifitas. Misal begini, ketika kita butuh mainan, sekarang bukan jamannya lagi diajarkan bagaimana cara membuat mainan tapi diajarkan untuk membelinya. Saat pengen jus, bukan diajarkan bagaimana cara membuat jus tapi membelinya.

Bangsa apa yang selalu diajarkan untuk membeli dan konsumtif? itulah INDONESIA!

Masih ingatkah pada saat DPR kita (jaman dulu, sekarang gak) membeli pesawat komersil terbesar di Amerika serikat dan disanjung sanjung setinggi tingginya. Dianggap sebagai pembeli pertama dan negara yang pertama kali punya..!! Fu*ck, bisa beli malah seneng, seharusnya yang seneng kan yang jual ya. hffzzz

Masa Sekolah

Kalau masa-masa ini cukup dominan hipnotis pikiran dengan ilmu pendidikan yang sebenarnya tidak mendidik, sebagian. Masih ingat soal ujian yang memasukkan cerita sinetron di dalamnya?

soal ujian berisi sinetron

Belum lagi dengan pergaulan yang tidak kenal batas, tanpa ada pengawasan dan pengalihan ke arah yang positif. Anak sekolah jaman sekarang sangat minim referensi pekerjaan masa depan, hingga mereka mayoritas bercita cita jadi dokter, polisi, guru , pilot.. atau apalah.

Masa Kuliah

Nah fase ini sebagian orang melakukannya dengan benar, namun ada pula yang melakukan benar namun keblinger. Contoh, beasiswa yang seharusnya menjadi ajang untuk fokus pada belajar malah justru menjadikan mereka manja dan hanya bisa nyadong (jawa= minta). Di sisi lain ada yang usaha sih.. tapi dikit.

Memasuki Lapangan Pekerjaan

Perubahan kondisi kehidupan ini yang paling sering terjadi, karena takut di cap nganggur atau pengangguran pada akhirnya harus mendaftar pekerjaan. Bahkan padangan dimasyarakat masih sangat ironis, yaitu kuliah untuk dapat kerja. Kan lucu, kita mendapatkan ilmu dari kuliah lalu dijual melalui kerja, tidak digunakan dengan berbisnis. Itu sja si pandangan saya, sisanya kerja juga bagus kok.

Di dalam Dunia Pekerjaan

Setelah berada di dunia pekerjaan, tentu untuk haluan ke kuadran yang lain sangat sulit. Faktor karena minimnya modal, ketidakpastian, memulai dari nol dan lain sebagainya. Hanya mereka yang bermental jawara yang bisa resign dari pekerjaan dan memulai wirausaha.

apakah anda termasuk di dalamnya??

Badi Uzzaman

Share This Post To :
Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Continue Reading

" title="Google Bookmark" target="_blank">Google