6

Kisah Anak Pembuat Roti Yang Membuat Banyak Nitizen Menitikkan Air Mata

Kisah Anak Pembuat Roti Yang Membuat Anda Melting
Badinesia.com – Hidup itu benar-benar sangat kejam bagi sebagian orang, bahkan sebagiannya lagi mengatakan bahwa hidup itu memanjakan diri. Bersyukurlah jika anda saat ini bisa makan dengan tenang, mendapatkan rizki halal dan sebagainya. Semua nikmat yang anda peroleh saat ini adalah hal yang wajib disyukuri dan dibagikan kepada orang yang membutuhkan.
Ada kisah yang menyentuh datang dari penjual roti cilik yang menjajakkan barang dagangannya di sekitar Universitas Trisakti Jakarta. Dirinya mulai banyak dikenal nitizen setelah ada orang yang mengunggah fotonya di Sosial media. Pengunggah foto itu diketahui bernama akun Nuryaningsih.
Bersama foto itu terlihat Rizky, nama anak itu sedang menjajakkan roti dagangannya. Dalam foto tu tertulis :
“Penjual roti ciliki di Univ Trisakti. Namaku Rizky umur 9 tahun, pekerjaanku adalah penjual roti di Universitas Trisakti tepatnya akun jualan di depan gedung ekonomi. 
 
Aku berjualan mulai dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Setiap hari aku membawa kue sebanyak 20pcs-40pcs. Aku adalah anak tunggal, bapak dan bundaku telah berpisah. 
 
Bunda tinggal di Palembang sedangkan aku tinggal bersama bapakku di Tj Gedong. Bapakku seorang supir dan terkadang menimba air untuk dijual.
 
Keuntungan aku berjualan tidak tentu, kadang laku kadang masih tersisa banyak. Aku telah putus sekolah sejak kelas 3 SD, rapotku telah dibakar oleh bunda saat bapak dan bundaku berkelahi.
 
Tetapi aku tidak marah sama bunda. Sebagian uang, aku sisihkan untuk kirim ke bunda di Palembang.
 
Aku ingin sekolah tapi aku belum punya biaya dan bagaimana aku bisa sekolah sedangkan rapotku sudah menjadi abu. Aku tetap berdoa dan optimis suatu saat TUHAN akan menolongku.”
Kisah nyata ini cukup menyentuh dan membuat banyak nitizen menitikkan air mata. Bahkan banyak pula yang berkomentar lirih serta mengharukan. Beberapa komentaranya
“Masya Allah… Smg ditegarkan hatinya,” tulis akun bernama Opick Ulul Azmi.
“Mirisnya Indonesia, orang tua cerai anak jadi korban, berjuanglah Nak dan buat bangga kedua orangtuamu. Banyak anak zaman sekarang yang punya biaya cukup untuk bersekolah tapi malah menyepelekan pendidikan dan akhirnya putus sekolah karena ulahnya…,” tulis akun bernama Daman Huri. [sumur]
Semoga kisah ini bisa memberikan inspirasi agar kita tetap tegar, terus berusaha dan pantang menyerah untuk mencari rizki yang halal. Jangan pernah berhenti bersyukur atas segala nikmat yang telah kita peroleh.
@badinesia

Badi Uzzaman

Share This Post To :
Facebook | Twitter | Digg | Technorati | Stumbleupon | Delicious | Continue Reading

" title="Google Bookmark" target="_blank">Google